JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan keuangan daerah tahun 2026. Pasalnya, dana transfer dari pemerintah pusat mengalami pemotongan signifikan yang berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Sekda Jembrana, I Made Budiasa, menyebutkan bahwa pada Tahun Anggaran 2025, transfer pusat menyumbang 68% dari total pendapatan daerah yang mencapai Rp1,17 triliun. Namun, pada Tahun Anggaran 2026, transfer tersebut dipangkas Rp99,43 miliar atau turun 12,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini merupakan penurunan paling tajam dalam sejarah dana transfer ke daerah di Kabupaten Jembrana. Padahal dalam KUA/PPAS 2026, pendapatan transfer pusat diproyeksikan meningkat 2%,” ujar Budiasa, Kamis (25/9/2025).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sejumlah pos anggaran yang sebelumnya mendukung layanan dasar masyarakat kini dihapus (dinolkan). Misalnya, DAU Bidang Pendidikan sebesar Rp31,67 miliar, DAU Kesehatan Rp11,59 miliar, DAU untuk Gaji dan Tunjangan PPPK Rp14,17 miliar, serta Insentif Fiskal Rp14,65 miliar. Selain itu, DAU Block Grant juga turun Rp13,18 miliar.
“Kondisi ini berpotensi menghambat layanan dasar khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Ruang fiskal untuk belanja wajib dan mendesak pun semakin terbatas,” jelasnya.
Untuk itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan melakukan penyesuaian terhadap Rancangan APBD 2026, baik dari sisi pendapatan maupun belanja daerah.
“Kami masih menunggu arahan strategis Bapak Bupati. Harapannya beliau memiliki jurus jitu dalam menghadapi tantangan ini,” imbuh Budiasa.
Meski situasi ini berat, Pemkab Jembrana menegaskan tetap berkomitmen memberikan pelayanan publik terbaik dan mencari solusi melalui jalur resmi, kolaborasi, dan upaya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk menjaga kondusifitas dan mendukung upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas fiskal dan keberlanjutan pembangunan,” tutup Budiasa. (red)