Home Pemerintahan Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Titik 9 dan 10 Mulai Digarap
PemerintahanPeristiwa

Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Titik 9 dan 10 Mulai Digarap

Share
Groundbreaking pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani titik 9 dan titik 10 pada Rabu (7/1/2026).
Share

BULELENG – Proyek Shortcut Singaraja–Mengwitani dilanjutkan, kini titik 9 dan titik 10 telah mulai dilaksanakan pembangunannya. Hal itu ditandai dengan upacara ngeruak yang dilanjutkan dengan groundbreaking pada Rabu (7/1/2026).

Prosesi peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya, serta Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Asep Syarif Hidayat.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pembangunan shortcut ini merupakan proyek strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat Bali, khususnya untuk memperkuat konektivitas antara Bali Selatan dan Bali Utara. Menurut dia, kehadiran infrastruktur ini akan memberi dampak luas pada berbagai sektor.

“Proyek ini sangat diperlukan oleh masyarakat Bali, khususnya sebagai penghubung Bali Selatan dengan Bali Utara. Berbagai sektor akan mendapatkan manfaatnya, seperti transportasi, pariwisata, dan sektor lainnya,” kata gubernur asal Sembiran, Buleleng itu.

Ia menegaskan pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani juga diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di Bali. Oleh sebab itu, pihaknya akan memastikan agar proyek ini berjalan dengan baik. “Ini proyek strategis, saya awasi terus pengerjaannya,” tegas Koster.

Koster juga menyinggung kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Buleleng dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam proyek ini. Pemprov Bali, kata dia, turut membantu percepatan proyek melalui dukungan pembebasan lahan. Komunikasi pun menurut Koster, terjalin dengan sangat baik.

“Pak Dirjen dan Pak Kepala Balai ini sering saya telponin terus siang dan malam soal progresnya. Saya tanya terus, kapan tendernya, kapan kontraknya, kemarin juga kapan Ground Breakingnya biar kita bisa carikan hari baik,” selorohnya.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat menjelaskan secara teknis pembangunan shortcut ini akan membawa peningkatan signifikan dari sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Ia menyebut jumlah tikungan tajam di ruas Denpasar–Singaraja akan berkurang drastis.

“Dengan adanya shortcut ini, jumlah tikungan bisa dipangkas dari 58 titik menjadi 21 titik. Sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman,” kata Asep Syarif.

Ia menambahkan, keberadaan shortcut ini sangat penting mengingat banyaknya kendaraan besar seperti truk dan bus yang melintasi jalur Denpasar–Singaraja. Dari sisi keselamatan, tingkat ekivalensi kecelakaan juga diproyeksikan turun signifikan.

“Status jalan yang sebelumnya sangat berbahaya bisa diturunkan menjadi aman. Kelandaian jalan yang awalnya maksimal 27 persen juga bisa diturunkan menjadi maksimal 10 persen,” tutupnya. (red)

Share

Jangan Lewatkan

Empat Kapolres Jajaran Polda Bali Diganti

DENPASAR  – Polda Bali melakukan mutasi sejumlah pejabat melalui upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di Gedung Presisi Polda Bali, Rabu (7/1/2026)....

Refleksi Akhir Tahun, Bang-Ipat Ajak Warga Wujudkan Jembrana Harmoni

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana di bawah kepemimpinan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Bang-Ipat)...

Related Articles

BIPPLH Dukung Perda 30 Persen Ruang Hijau, Peringatkan Bali di Ambang Krisis Lingkungan

DENPASAR – Ketua Umum Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup (BIPPLH),...

Setahun Kinerja Koster–Giri: Bali Catat Deretan Prestasi Nasional dan Global

DENPASAR – Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman...

Nyepi–Lebaran di Jembrana Berjalan Harmonis

JEMBRANA – Pelaksanaan Hari Raya Nyepi Saka 1948 dan Idul Fitri 1447...

Batas Akhir Sampah Organik 31 Maret 2026, TPA Suwung Masuk Penyidikan

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber...